(INTRO – Whispered, Ethereal, A Ritual Begins)
Ulek… mayang ku uleeek…
Ulek dengan… jala jemala…
Ulek… mayang diuleeek…
Ulek dengan… tujuh puteri…
(VERSE 1 – The Storm Rages, A Fate is Sealed, A Soul is Lost to the Sea)
Ribut mengganas, perahu tenggelam,
Hanyut ke pantai, tubuh terdiam.
Mereka tersedar… namun dia,
Roh terikat… dipuja sang puteri.
(PRE-CHORUS – A Siren’s Enchantment, Seductive Yet Ominous)
"Jiwamu terpisah, dilamar puteri,
Tujuh berseru, tarian sakti."
"Dari laut, datang bertujuh,
Di Bukit Puteri, pusaka berseri."
(CHORUS – The Shaman’s Plea, A Powerful Invocation)
Ulek mayang, bisik sipawang,
Pulanglah roh, janganlah hilang.
Puteri tujuh, lepaskan ikatan,
Pulanglah roh, dengar seruan!
(VERSE 2 – A Glimpse of the Puteri, Their Beauty, Their Power, Their Eternal Secret)
Puterinya… berbaju sérong…
Puterinya… bersanggul séndéng…
Puterinya… bersubang gading…
Puteri tujuh… mana selendang kuning?
Tubuh di pantai, sepi membisu,
Roh terikat… dipuja sang puteri.
Dukun berseru, mayang dipalu,
Pertarungan sakti, dua alam bertemu!
(BRIDGE – A Battle Between Worlds, A Clash of Spirits, A Struggle for Destiny!)
"Dia milikku! Biar dia lena di bawah laut biru."
"Tidak! Dia mesti pulang, Alam ini bukan tempatnya!"
(FINAL CHORUS – The Moment of Release, The Soul’s Return, The Shaman’s Last Cry!)
Ulek mayang, bisik sipawang,
Pulanglah roh, janganlah hilang.
Puteri tujuh, lepaskan ikatan,
Pulanglah roh, dengar seruan!
(OUTRO – A Whispered Farewell, An Unfinished Tale, The Spirits Linger… Always Watching…)
Ulek berlalu, pemuda pun tenang…
Namun bisikan… masih datang…
Dalam tarian Ulek Mayang…
Puteri Laut merantai dalam alunan…