[Verse 1]
Di antara kabut senja yang runtuh,
Namamu masih jadi bayang di tubuh.
Waktu menulis luka di udara,
Dan aku hanyalah huruf yang tak terbaca.
[Pre-Chorus]
Setiap detik jatuh seperti hujan,
Menyentuh tanah tanpa tujuan.
Aku hanyalah rumah yang sepi,
Menunggu langkah yang tak kembali.
[Chorus]
Kau pergi seperti malam menelan bintang,
Menyisakan langit tanpa cahaya pulang.
Aku hanyalah doa di antara debu,
Mencari arti, tapi tak pernah bertemu.
[Verse 2]
Senyummu kini hanya guratan bayang,
Di kaca hati yang retak dan usang.
Aku berjalan dalam hening yang dalam,
Menjadi laut yang kehilangan pelabuhan.
[Bridge]
Bila waktu bisa kujual pada takdir,
Akan kubeli semua detik yang sirna.
Namun kini, aku hanyalah puisi,
Yang mati di halaman sepi.
[Chorus] (Repeat)
Kau pergi seperti malam menelan bintang,
Menyisakan langit tanpa cahaya pulang.
Aku hanyalah doa di antara debu,
Mencari arti, tapi tak pernah bertemu.
[Outro]
Di ujung lagu ini, hanya sunyi,
Dan aku yang tak lagi kembali.