[Verse 1]
Di balik kaca retak, kulihat bayang pudar
Langit pun bungkam, tak lagi berpendar
Aku menulis namaku di atas luka
Dengan tinta air mata, tanpa jeda
[Pre-Chorus]
Tapi huruf-huruf itu tak mau tenggelam
Meski hujan deras, meski malam kelam
Serak suara ini, tapi takkan sirna
Aksara hidupku takkan pernah fana
[Chorus]
Aku—Seraksa, suara yang tak menyerah
Meski dunia bisu, meski harapan resah
Di atas puing, aku tetap bernyanyi
Dalam sunyi, kuukir takdir sendiri
[Verse 2]
Kupeluk gelap, kuberi ia nama
Kutulis sajak di dinding hampa
Tak ada matahari, hanya dingin angin
Namun dari beku, kupaksa diriku bangkit
[Bridge]
Jika esok tak datang, biar kata yang bertahan
Jika langkah terhenti, biar rima yang melawan
Serak ini saksi, bahwa aku masih ada
Aksara jiwa, tak pernah sia-sia
[Chorus] (Repeat)
Aku—Seraksa, suara yang tak menyerah
Meski dunia bisu, meski harapan resah
Di atas puing, aku tetap bernyanyi
Dalam sunyi, kuukir takdir sendiri