Di bawah lindungan pohon kelapa,
Bersandar tubuh di bumi basah,
Teringat suara mak bersuara,
Memanggil pulang dengan penuh pasrah.
Tenunan kasih di jari tua,
Menjahit luka di lubuk hati,
Peluh abak menitis jua,
Menghidup bara mimpi sejati.
Waktu kecil kupeluk raga,
Kupeluk dunia dalam dakapan,
Wajah mak dan abak berseri-seraga,
Dalam sujudku sebut berulangan.
Kala angin menerpa rintih,
Kala gelombang menghentak dada,
Sujudku tumpah di bumi bersih,
Mendoakan mereka sepanjang masa.
Aku berjanji wahai ibunda,
Aku bersumpah wahai ayahanda,
Segala langkahku membawa nama,
Segala rezekiku menjadi doa.
Takkan aku lupa akar yang rendang,
Takkan aku dusta panggilan suci,
Walau badai menggoncang gelombang,
Rumah kecil itu tetapku cari.
Mak, abak, kaulah cahaya,
Pelita abadi sepanjang hayat,
Dalam setiap nafas dan doa,
Kau tetap utuh di singgah ingat.