(Instrumental)
(Verse 1)
Di pelita malam, bicara pun bernyawa,
Jiwa berbisa menyamar cahaya.
Mulut manusia umpama sembilu,
Menari manja, merobek kalbu.
Yang belum tahu, dijaja cerita,
Yang belum jatuh, dibina pusara.
Warkah dusta diangkat mulia,
Sedang kebenaran terbuang di jendela.
Dari jari terbit bara,
Dari lidah, bumi pun lara.
Tiada pedang, tiada senjata,
Cukup sebaris kata membawa sengsara
Tiap huruf keluar – bisa, bukan suara,
Lidah tak bertulang tapi berat bala.
Yang bersahaja, dihukum berita,
Yang suci dilempar lumpur dusta.
Bibir tersenyum simpan selumbar,
Tangan menulis umpama pembakar.
Langit kelam bukan sebab senja,
Tapi fitnah yang ditabur berlapis renda.
(Korus)
Fitnah itu tak berwajah,
Ia menumpang di dalam hembusan.
Terlalu manis untuk ditelan,
Namun racunnya tiada ampunan.
Di hujung zaman suara dibeli,
Yang waras sunyi, yang dusta berseri.
(Verse 2)
Bangsa berbalah bukan kerana beza,
Tapi kerana bisikan yang dicipta (HAH)
Yang nyata dikabur kelambu bicara,
Yang palsu ditatah umpama pusaka.
Lidah kini cerminan dunia (DUNIA)
Menghias duri dengan warna mesra.
Hati tertipu oleh warkah celaka (CELAKA)
Yang tersimpan dendam bersulam jenaka.
Aib disiram di halaman terbuka,
Kononnya demi suara rakyat jelata (JELATA)
Namun di sebalik selendang bahasanya,
Ada muslihat yang menari tanpa reda.
Bila jari jadi senapang maya,
Yang waras pun hilang akal (AKAL)
Tak perlu parang untuk menumpah darah,
Cukup petik cerita, luka pun parah
Lidahmu — panah yang tiada tali,
Tapi sasarannya jatuh berkali kali (BOOM)
(Korus)
Fitnah itu tak berwajah,
Ia menumpang di dalam hembusan.
Terlalu manis untuk dicurigai,
Namun racunnya tiada ampunan.
Di hujung zaman suara dibeli,
Yang waras sunyi, yang dusta berseri.
(Bridge)
Berjaga, wahai jiwa yang memegang kata,
Setiap huruf terpalit makna.
Bila langit bersaksi nanti,
Yang berdusta tak sempat berlari
(Outro Verse)
Suatu hari, lidah yang bernyawa,
Akan dipanggil berdiri di hadapan cahaya.
Setiap bicara menjadi bara,
Setiap senda menjadi murka.
Dan waktu itu, tiada ruang membela,
Hanya diam menemani segala dosa.
(Fade Outro)