(Instrumental)
(Verse 1 - Extended)
Al-kisah... musafir di rimba persada,
Di mana bayang lebih berharga dari rupa.
Istana tercipta dari lensa maya,
Pentas boneka, riuh rendah tepuk soraknya.
Insan berlumba memburu fatamorgana,
Memeluk takhta yang esoknya kan binasa.
Mereka bertanya, "Apa kau cari, wahai pujangga usang?"
"Di tengah hingar, apa yang kau tatang?"
Ku pilih sunyi dari riuh rendah pesta murahan,
Menyelam ke dasar, mencari mutiara warisan.
Ku genggam pena laksana sebilah senjata sakti,
Menitis dakwat... menyuluh jiwa yang telah mati.
Katanya aku sisa zaman yang telah lapuk,
Tak mengerti bahasa kaca di puncak pencakar habuk.
(Chorus)
Walau bahtera ini dipukul gelora,
Kemudi hakikat takkan sekali ku lepas.
Kerna warisan tersemat kemas di dada,
Secebis maruah... sejalur nafas.
Lebih rela karam di lautan fana,
Dari berlayar megah tanpa petunjuk arah.
(Verse 2 - Extended)
Mereka hulurkan piala berisi madu beracun,
Menjanjikan jalan pintas ke puncak gemilang tamadun.
Lidah mereka manis menutur santun, membuai angan,
Tapi di sebalik mata, tersembunyi niat menikam dari belakang.
Nama dijulang, dipuja-puji sentiasa,
Asalkan kau sanggup menjadi hamba pada dusta.
Dibilang songsang, dicemuh gila dan ketinggalan,
Langkahku janggal, iramaku sumbang dalam keraian.
Terasing di tanah air sendiri, di medan ciptaan,
Namun ku tahu sungai hayat ini punya tujuan.
Biarlah denai ini sunyi dan penuh berliku,
Asal tiba di muara yang satu, yang benar dan bukan palsu.
(Chorus)
Walau bahtera ini dipukul gelora,
Kemudi hakikat takkan sekali ku lepas.
Kerna warisan tersemat kemas di dada,
Secebis maruah... sejalur nafas.
Lebih rela karam di lautan fana,
Dari berlayar megah tanpa petunjuk arah.
(Instrumental Break)
(Bridge)
Apa gunanya mahligai di puncak awan,
Jika dasarnya rapuh ditelan putaran zaman?
Permata sejati bukan pada kilauan luaran,
Tapi pada nurani... yang tak pernah kenal padam.
Cahaya itu di dalam, bukan pada terang benderang.
(Outro)
...berlayar tanpa petunjuk arah...
...di ufuk senja... hanya bayangku yang setia...
...menjadi saksi...