(Verse 1) Di jalan sempit, mendaki gunung tinggi,
Profesor al-Attas, dengan visi di mata.
Karyanya perjalanan, sedikit yang berani,
Mendaki ke puncak, di mana hikmah tersebar.
(Chorus) Oh, al-Nuqbu, jalan sempit yang kita ambil,
Mengikuti al-Attas, demi ilmu.
Melalui ujian dan cabaran, kita mendaki,
Ke puncak pemahaman, dengan panduan dan teman.
(Verse 2) Sarjana mungkin goyah, pengkritik mencela,
Namun dalam ajarannya, lahir wawasan baru.
Dituduh Neo-Platonik, mereka kata,
Namun jalannya unik, dalam setiap cara.
(Chorus) Oh, al-Nuqbu, jalan sempit yang kita ambil,
Mengikuti al-Attas, demi ilmu.
Melalui ujian dan cabaran, kita mendaki,
Ke puncak pemahaman, dengan panduan dan teman.
(Bridge) Dengan setiap langkah, jalan semakin ketat,
Namun kita teruskan, dipandu cahayanya.
Tuduhan dan keraguan, kita tinggalkan,
Kerana dalam hikmahnya, kita temui kejelasan.
(Chorus) Oh, al-Nuqbu, jalan sempit yang kita ambil,
Mengikuti al-Attas, demi ilmu.
Melalui ujian dan cabaran, kita mendaki,
Ke puncak pemahaman, dengan panduan dan teman.
(Outro) InshaAllah, kita mendaki, ke puncak yang tinggi,
Dengan Profesor al-Attas, mencapai langit.
Tiada yang menandinginya, di zaman moden ini,
Legasinya kekal, di halaman sejarah.