[Intro - (Instrumental – Folk Akustik)]
[Gitar akustik petik, piano sangat tipis, tanpa lirik]
[Verse 1 - (Folk Storytelling)]
Langkah kecilku dulu gemetar
Kau genggam tanpa banyak suara
Peluh jatuh di setiap harimu
Untuk aku belajar dewasa
Kau lelah, kau pilih diam
Menyimpan resah sendirian
Di balik sunyi dan doa panjang
Kau titipkan masa depan
[Pre-Chorus - (Akustik – Emosi Naik Pelan)]
Tak banyak kata kau ajarkan
Namun semua tertanam nyata
Cintamu hidup di caramu
Menjagaku tanpa banyak tanya
[Chorus - (Akustik × Soft Cinematic)]
Terima kasih, Ayah
Untuk cinta yang tak meminta
Dalam lelahmu selalu ada doa
Agar aku jadi manusia
Kau ajarkanku menghormati
Mencintai tanpa curiga
Kau titipkan tiga kata sederhana
Tolong, terima kasih, dan maaf
[Drop]
[Verse 2 - (Folk Pop – Lebih Membumi)]
Tak selalu darah menyatukan
Namun kasihmu yang menetap
Kau hadir di setiap kekuranganku
Dan menyebutku anak dengan lengkap
Saat aku salah melangkah
Kau marah bukan karena benci
Kau ingin aku belajar rendah
Meminta dulu, lalu mengerti
[Pre-Chorus 2]
Kau ingin aku tumbuh tegak
Bukan tinggi tanpa arah
Mengerti arti sesama
Dan menjaga hati yang lemah
[Chorus - (Sama, Dinamika Naik)]
Terima kasih, Ayah
Untuk waktu yang kau serahkan
Dalam sabarmu aku belajar
Arti hidup dan keikhlasan
Kau ajarkanku menghormati
Mencintai tanpa luka dan curiga
Kau titipkan tiga kata sederhana
Tolong, terima kasih, dan maaf
[Bridge - (Minimal → Cinematic Build)]
Jika nanti aku jatuh lagi
Dan dunia terasa berat
Aku ingat caramu berdiri
Tenang… meski hatimu penat
Doa-doamu tak pernah pergi
Ia hidup di langkahku
Walau kau tak selalu di sini
Nilaimu tinggal di diriku
[Final Chorus - (Lebih Lebar, Tetap Lembut)]
Terima kasih, Ayah
Atas segalanya yang kau beri
Aku mungkin tak sempurna
Namun kau buat aku berarti
Jika suatu hari aku berhasil
Atau sekadar menjadi baik
Ketahuilah semua bermula
Dari cintamu yang paling baik
[Outro - (Folk Akustik – Pulang ke Sunyi)]
[Gitar petik kembali sederhana]
Ayah…
Terima kasih…