Laut berbisik di telinga senja,
Ombak memeluk batu dengan mesra,
Angin menulis rindu di permukaannya,
Dan langit tersenyum dalam cahaya jingganya.
Aku adalah pasir yang tak berdaya,
Engkau ombak yang selalu menggoda,
Datang mencumbu lalu menjauh tanpa suara,
Namun jejakmu abadi di dada.
Rinduku meluap setinggi langit samudra,
Menyapu karang dan hati yang renta,
Biar badai memecah segala asa,
Namamu tetap bergema di jiwa.
Seperti perahu kecil di tengah gelora,
Aku terapung di antara cinta dan luka,
Kadang pasang membawa bahagia,
Kadang surut meninggalkan nestapa.
Pasang datang, membawa kenangan,
Surut datang, membawa kehilangan,
Pasang datang, menulis harapan,
Surut datang, menghapus perlahan.