[Intro – Instrumental]
(Arpeggio gitar elektrik berpadu dengan synth lembut,
drum masuk perlahan — dentuman tom dan cymbal membangun suasana tegang).
---
[Verse 1]
Bayanganmu datang di balik hujan malam,
Langkahmu samar, tapi hatiku tetap tertawan.
Kau bicara lembut, seakan penuh kasih,
Namun di balik senyum itu, tersembunyi pisau perih.
---
[Pre-Chorus]
Aku mencoba percaya lagi,
Namun setiap janji jadi debu di pagi.
---
[Chorus]
Selalu tertipu olehmu — dalam permainanmu,
Hatiku jadi korban, di balik pandangan itu.
Selalu tertipu olehmu — oh, aku tak mampu,
Melepas bayangmu yang palsu namun syahdu.
---
[Verse 2]
Cahaya lilin menari di meja sepi,
Nada suaramu menggema di kepala ini.
Kau pandai menulis dusta seindah puisi,
Dan aku pun jatuh lagi, ke jurang ilusi.
---
[Bridge – Instrumen Gitar & Drum Fill]
(Tempo naik,
gitar solo menggema dengan echo khas 80-an,
synth melayang — ritme berubah menjadi marching drum dramatis).
---
[Bridge – Vokal]
Mungkin aku gila,
Terjebak dalam cerita yang sama.
Kau datang, kau pergi,
Seolah waktu tak berarti...
---
[Chorus – Full Band]
Selalu tertipu olehmu — di setiap gerakmu,
Kau lukis luka jadi lagu piluku.
Selalu tertipu olehmu — tak bisa ku lawan,
Hatiku tetap berpaut, meski kau hanyalah bayangan.
---
[Outro – Instrumental epik]
(Gitar melengking tinggi,
drum roll memudar perlahan,
synth menutup dengan nada minor lembut —
meninggalkan kesan getir dan nostalgia).