Verse 1:
Langit abu menari lembut di siang kelabu,
Embun jatuh di dedaunan pinus yang rindu,
Kabut turun bagai selimut kasih alam,
Menyapa tubuh lelah yang datang mencari damai.
Pre-Chorus:
Suara gemericik air memanggil jiwa,
Hangatnya menghapus lelah dan duka,
Gerimis kecil bercerita perlahan,
Tentang rindu yang sembuh bersama uap panasnya.
Chorus:
Indahnya Guci di pelukan mendung,
Hawa gunung bernyanyi lirih meneduhkan,
Air hangat memeluk luka yang letih,
Pegal pun sirna, hati pun pulih.
Verse 2:
Di kejauhan terdengar tawa yang samar,
Di balik kabut, dunia terasa sabar,
Aroma tanah basah dan daun cemara,
Menjadi doa bagi jiwa yang lelah bekerja.
Pre-Chorus:
Setiap tetes air seperti penghapus dosa,
Setiap hembus angin bagai lagu surga,
Tubuh berendam, pikiran terbenam,
Dalam tenang, dalam damai yang mendalam.
Chorus:
Indahnya Guci di pelukan mendung,
Hawa gunung bernyanyi lirih meneduhkan,
Air hangat memeluk luka yang letih,
Pegal pun sirna, hati pun pulih.
Bridge:
Gerimis menulis puisi di permukaan kolam,
Kabut menari menutupi malam,
Dan aku hanyut dalam hangatnya bumi,
Menemukan arti tenang yang sejati.
Outro:
Oh Guci... di sinilah waktu berhenti,
Dalam peluk alam yang suci,
Sehat tubuh, damai hati,
Indahnya Guci tak terganti... 🌿💧