INTRO
Yeah…
Kadang suara dalam kepala ni lebih bising dari dunia luar.
But I keep walking…
Sebab setiap langkah aku, ada cerita.
Nusantara spirit… mixed with the pain…
Let’s talk to ’em.
---
VERSE 1
Aku tulis dalam gelap, biar cahaya datang lewat,
Sebab luka yang terdalam selalu Tuhan yang rawat.
I’m a product of the struggle, bukan lahir dari comfort,
Raised by storms, now I walk like thunder—no effort.
Hidup macam drum kit, tiap detak hati beat,
Kadang jatuh tersungkur, kadang bangkit sambil grit.
People talk like they know me, but they don’t know the file,
Aku dah simpan seribu rahsia—sealed up in my style.
From the alleys to the mic, from the silence to the roar,
Langkah aku tak lurus, but I keep aiming for more.
“Takdir bukan kertas kosong”—aku coret jadi api,
Biar bar aku membakar, macam waris pahlawan di bumi.
---
HOOK / CHORUS
I rise… even when the night’s too dark to see,
Aku jalan sendiri… tapi bayang tak pernah lari.
This pain… jadi tenaga dalam tiap verse aku,
Nusantara in my blood—Eminem dalam flow jitu.
(Yeah, yeah…)
Aku bangkit lagi.
Aku bangkit lagi.
---
VERSE 2
Aku bukan saint, bukan villain, I’m just someone on a mission,
Turning trauma jadi tinta, turning tears jadi vision.
Kadang hidup macam puzzle, tapi pieces tak complete,
Still I’m painting masterpieces with the hurt beneath my feet.
Aku datang dari tanah yang keras, tapi hati lembut,
Macam perahu kecil yang dilanda badai—still aku sebut:
“Lord, let me find a way,” while I’m walking on this flame,
If life is just a battlefield, then pain is part of the game.
Listen—
Aku bukan minta simpati, aku cuma bagi isi,
Bar yang lahir dari sunyi, jadi pedang dalam diri.
Eminem vibe in my cadence, tapi aku kekal Nusantara,
Campur English dengan Melayu—itulah jiwa aku bicara.
---
BRIDGE
If the world gon’ break me, then let it break slow,
Sebab setiap keretakan bagi ruang cahaya masuk flow.
Aku berdiri walau hati selalu luka,
Tuhan tahu, aku cuma manusia.
---
OUTRO
So here I am, still standing, still breathing,
In a world that tried to drown me but failed every evening.
Nusantara soul… rhymes sharp like keris,
Aku pergi sampai habis—
This is the legacy I leave.
Peace.