(Verse 1)
Dalam bisu malam menyapa,
Mata diam memerhati,
Sang misteri di langit sana,
Lembut wajah, jiwa terkunci.
(Chorus)
Kau pandang aku dari atas,
Seperti angin tak tergenggam,
Diam simpan rasa yang tulus,
Namun kasar tersembunyi di senyum.
(Verse 2)
Dikau bagai sutera,
Tak pernah patah, tak menyakitkan,
Menyulam sepi dengan lembut,
Bayang menjauh, menghilang.
(Chorus)
Kau pandang aku dari atas,
Seperti angin tak tergenggam,
Diam simpan rasa yang tulus,
Namun kasar tersembunyi di senyum.
(Bridge)
Dua bayang di lorong pilihan,
Satu berbalut kain suci malam,
Duri tersembunyi di sebalik tenang,
Satu lagi sunyi, rahsia bisu.
(Chorus)
Kau pandang aku dari atas,
Seperti angin tak tergenggam,
Diam simpan rasa yang tulus,
Namun kasar tersembunyi di senyum.
(Outro)
Kisah 27 tahun lalu,
Terukir jiwa tak lekang waktu,
Di persimpangan ini aku berdiri,
mengajar diri, erti berdikari
kisah ini akan tetap bersemadi di hati