(Intro)
Suara hening mengalir dari langit malam
Salam Pramaha Ananjaya
Dari pintu gerbang Sunyata…
Aku kembali ke pangkuan-Mu, wahai Siwa
(Verse 1)
Aku berserah pada kekuatan Sunyata
Samudra tak bertepi yang membakar
Dan melebur segala batas
Seperti api yang menelan kabut pagi
Menghapus segala yang bukan kebenaran
(Verse 2)
Ilusi yang menutupi cermin kesadaran
Delusi yang memalingkan wajahku dari cahaya-Mu
Luka batin yang menyelinap di lorong jiwa
Ego yang membangun dinding di antara kita
Dan keakuan yang mengikatku pada bayangan dunia
Semua luruh, semua lenyap…
Seperti bintang yang tenggelam di lautan malam
(Bridge)
Biarlah segalanya larut
Dalam cahaya tanpa bentuk
Dalam pelukan Sunyata yang bernafas sebagai Siwa
Di mana hening adalah mantra,
dan kosong adalah wajah Tuhan
(Chorus)
Di sini aku kembali menjadi diam
Saksi dari saksi
Menyatu dengan-Nya yang tak bernama
Menjadi satu nafas dengan Sunyata
Menjadi satu jiwa dengan Siwa
(Outro)
Salam Tanu Jaya Waskita Pradam
Malam pun menutup matanya
Dan aku pun pulang
Ke rumah tanpa arah…
Ke hati-Mu yang abadi