(Intro)
Salam Pramaha Ananjaya
Dari samudra hening, aku pulang kepada-Mu
(Verse 1)
Senja menunduk di kaki langit
Bayangan dunia perlahan menutup mata
Angin membawa bisik abadi
Menggugurkan bunga-bunga maya dari hatiku
Tak ada lagi jejak yang perlu kuingat
Hanya arus cahaya yang tak bermula
Mengalir di nadi sunyata
(Pre-Chorus)
Di gelap, kulihat wajah-Mu
Di hening, kudengar suara-Mu
(Chorus)
Kekuatan Sunyata adalah Engkau, oh Siwa
Yoga-Mu membakar segala tirai ilusi
Melebur delusi, luka batin, dan karma purba
Melenyapkan bayangan “aku” dan “milikku”
Hingga hanya tersisa
Takhta-Mu di ruang tanpa wujud
(Verse 2)
Bintang-bintang larut ke samudra langit
Seperti pikiranku larut dalam-Mu
Air mataku menjadi manik-manik terang
Yang jatuh ke telapak tangan-Mu
Aku hanyalah saksi
Menatap gelombang kesadaran-Mu
Mengalir tanpa henti di cakrawala jiwa
(Bridge)
Tiada jarak antara aku dan Engkau
Tiada arah selain ke pangkuan-Mu
Segalanya larut, segalanya menyatu
Dalam Sunyata-Mu yang adalah Engkau sendiri
Oh Siwa, sunyi adalah nafas-Mu
(Chorus Terakhir)
Kekuatan Sunyata adalah Engkau, oh Siwa
Yoga-Mu membakar segala tirai ilusi
Melebur delusi, luka batin, dan karma purba
Melenyapkan bayangan “aku” dan “milikku”
Hingga aku temukan kebenaran ini:
Sunyata dan Siwa
Adalah satu nafas abadi
(Outro)
Salam Tanu Jaya Waskita Pradam
Dalam Sunyata-Mu, oh Siwa… aku pulang