INTRO (nafiri perlahan + nafas)
Bismillah…
Langkah dibuka dengan niat
Gelanggang dunia menjadi saksi
Pertarungan antara gelap dan nur
VERSE 1
Datang penjaga taman pertama
Mengajar tanah mengenal makna
Layar dibentang menentang badai
Menjaga benih harapan dunia
Api tunduk pada jiwa tenang
Saat percaya mengatasi takut
Pisau menjadi lambang pasrah
Langit merestui langkah lurus
PRE-CHORUS
Suara turun seperti guruh lembut
Membangunkan hati yang lalai
Setiap zaman lahir pendekar
Membawa pesan yang sama
CHORUS
Kami pendekar pembawa cahaya
Berlawan gelap dalam diri
Bukan menawan dengan amarah
Tapi menundukkan ego sendiri
Langkah kami jejak para utusan
Warisan sabar dan keyakinan
Gelanggang hidup jadi saksi
Dakwah berjalan tanpa henti
VERSE 2
Tongkat membelah lautan gentar
Suara melembutkan batu keras
Angin tunduk pada pemimpin adil
Kuasa sujud pada hikmah
Ada yang luka namun bersyukur
Ada yang jatuh lalu bangkit
Kasih turun seperti hujan
Membersihkan jiwa yang sempit
Datang penutup cahaya terakhir
Menyusun arah manusia
Rahmat menjadi senjata utama
Mengalahkan dunia tanpa perang
BRIDGE (dramatis)
Musuh terbesar di dada sendiri
Gelanggang sejati di dalam hati
Pendekar menang bukan kerana kuat
Tapi kerana tunduk pada Ilahi
CHORUS AKHIR (kuat)
Kami pendekar pembawa cahaya
Warisan zaman ke zaman
Selagi nur hidup di dada
Dakwah takkan pernah padam
Langkah kami bukan milik dunia
Tapi amanah Yang Maha Esa
Gelanggang ditutup dengan syukur
Cahaya terus menyala
OUTRO (tenang)
Langkah kembali…
Namun dakwah terus berjalan.