INTRO (perlahan — serunai & nafas)
Bismillah pembuka langkah
Niat lurus setajam bilah
Masuk gelanggang bukan mencari lawan
Tapi mengenal diri dan Tuhan
VERSE 1
Tapak di bumi, mata ke langit
Gerak berbisik bahasa hikmah
Setiap langkah ada adabnya
Setiap pukul ada timbangnya
Bukan amarah jadi guru
Tapi sabar jadi senjata
Pendekar hidup bukan untuk menang
Tapi menjaga maruah bangsa
PRE-CHORUS
Angin membaca tubuhku
Tanah menguatkan kakiku
Diamku lebih tajam
Dari ribuan gerak terburu
CHORUS
Buka gelanggang — hati tenang
Silatku bukan sekadar perang
Gerak berakar iman dan adat
Pendekar hidup menjaga amanah
Bila melangkah dunia bergetar
Bila berhenti jiwa bersinar
Silat bukan hanya gerakan
Ia warisan penuh kesedaran
VERSE 2
Tangan berbicara tanpa suara
Bayang menari menguji rasa
Musuh terbesar di dalam dada
Itulah lawan sebenar kita
Keris bukan lambang amarah
Ia janji menjaga maruah
Pendekar tunduk sebelum bertarung
Kerana hormat lebih tinggi dari menang
BRIDGE (perlahan, dramatik)
Jika aku jatuh — aku belajar
Jika aku menang — aku bersyukur
Gelanggang mengajar satu perkara…
Kuasai diri sebelum dunia
CHORUS AKHIR (lebih kuat)
Buka gelanggang — jiwa menyala
Silatku hidup sepanjang masa
Selagi adab jadi panglima
Pendekar takkan hilang arah
Langkah diwaris turun-temurun
Dari guru ke jiwa murid
Silat hidup dalam darah
Selama maruah masih berdiri
OUTRO (tenang)
Tutup gelanggang dengan hormat…
Langkah kembali kepada Tuhan.