

Prompt / Lyrics
INTRO (perlahan — serunai & nafas) Bismillah pembuka langkah Niat lurus setajam bilah Masuk gelanggang bukan mencari lawan Tapi mengenal diri dan Tuhan VERSE 1 Tapak di bumi, mata ke langit Gerak berbisik bahasa hikmah Setiap langkah ada adabnya Setiap pukul ada timbangnya Bukan amarah jadi guru Tapi sabar jadi senjata Pendekar hidup bukan untuk menang Tapi menjaga maruah bangsa PRE-CHORUS Angin membaca tubuhku Tanah menguatkan kakiku Diamku lebih tajam Dari ribuan gerak terburu CHORUS Buka gelanggang — hati tenang Silatku bukan sekadar perang Gerak berakar iman dan adat Pendekar hidup menjaga amanah Bila melangkah dunia bergetar Bila berhenti jiwa bersinar Silat bukan hanya gerakan Ia warisan penuh kesedaran VERSE 2 Tangan berbicara tanpa suara Bayang menari menguji rasa Musuh terbesar di dalam dada Itulah lawan sebenar kita Keris bukan lambang amarah Ia janji menjaga maruah Pendekar tunduk sebelum bertarung Kerana hormat lebih tinggi dari menang BRIDGE (perlahan, dramatik) Jika aku jatuh — aku belajar Jika aku menang — aku bersyukur Gelanggang mengajar satu perkara… Kuasai diri sebelum dunia CHORUS AKHIR (lebih kuat) Buka gelanggang — jiwa menyala Silatku hidup sepanjang masa Selagi adab jadi panglima Pendekar takkan hilang arah Langkah diwaris turun-temurun Dari guru ke jiwa murid Silat hidup dalam darah Selama maruah masih berdiri OUTRO (tenang) Tutup gelanggang dengan hormat… Langkah kembali kepada Tuhan.
Tags
Rasa: besar, heroik, dramatik Instrumen: orkestra + gendang perang Cocok untuk: cerita pendekar, teater silat
3:26
No
2/5/2026