Aku pernah jadi rumah yang paling tenang
Saat badai di hidupmu tak kunjung pulang
Kuberikan sisa napas agar kau tak tumbang
Hingga aku lupa, jalanku sendiri telah hilang.
Dulu kau adalah alasan untukku bertahan
Namun kini kau hanyalah sebuah beban
Kau menepi saat aku butuh pegangan
Bersembunyi di balik kata "pusing" sebagai alasan.
Di sana kau bersinar, memoles citra
Menjual senyum pada dunia yang fana
Tapi di sini aku jatuh, menanggung luka
Tanpa satu tanya, tanpa kau ada di sana
Kau punya waktu untuk segalanya di dunia
Kecuali untuk kita yang kini tak lagi berharga.
Fisikku mulai lelah, langkahku mulai berat
Namun kau tetap diam, seolah tak ada yang darurat
Kau biarkan aku bertarung dengan nasib yang pekat
Sementara kau sibuk mengunci diri dalam sekat.
Kututup semua pintu yang dulu selalu terbuka
Kubuang semua harap yang berubah jadi duka
Ternyata kesunyian lebih baik daripada bersama
Jika hanya satu hati yang bekerja sekuat tenaga.
Di sana kau bersinar, memoles citra
Menjual senyum pada dunia yang fana
Tapi di sini aku jatuh, menanggung luka
Tanpa satu tanya, tanpa kau ada di sana
Kau punya waktu untuk segalanya di dunia
Kecuali untuk kita yang kini tak lagi berharga.