(Verse 1)
Dalam gelap aku melangkah, meniti jalan tanpa arah,
Namun hatiku tetap menyala, tertuntun janji dan ikrar jiwa.
Peluh ini bukan beban, tapi saksi dalam perjalanan,
Setiap luka, setiap jatuh, adalah guru menuju teguh.
(Reff)
Setia hati di dada ini, tak kan pudar oleh waktu,
Terate tumbuh dalam nurani, mekar di tanah perjuanganku.
Bukan kuat karena raga, tapi karena cahaya jiwa,
Dalam diam aku berdoa, semoga luhur langkah kita.
(Verse 2)
Ilmu bukan sekadar jurus, tapi cermin watak yang tulus,
Bertarung bukan tuk menang, tapi tuk mengenal diri yang tenang.
Saudara bukan sekadar nama, tapi ikatan rasa yang sama,
Dalam senyum dan air mata, kita tumbuh dalam makna.
(Reff)
Setia hati di dada ini, tak kan pudar oleh waktu,
Terate tumbuh dalam nurani, mekar di tanah perjuanganku.
Bukan kuat karena raga, tapi karena cahaya jiwa,
Dalam diam aku berdoa, semoga luhur langkah kita.
(Bridge)
Bila gelap datang menyapa, ingatlah janji yang pertama,
Bahwa hati yang setia, takkan goyah oleh dunia.
Satu langkah untuk kebenaran, satu jiwa dalam persaudaraan,
PSHT bukan sekadar nama, tapi jalan menuju cahaya.
(Outro)
Setia hati… dalam langkahku,
Terate mekar… di jiwaku,
Sampai akhir… waktu berpulang,
Setia hati… tetap gemilang.