Verse 1
Katanya dulu aku harus terbang
Ke langit tinggi, gapai impian
Mereka titip harap di pundak rapuhku
Kubawa semua, tanpa ragu
Tamat sekolah, mereka bersorak
"Jangan berhenti, kuliah itu langkah"
Namun hari ini, saat ku ingin maju
Mereka bilang: "Sudahlah, kerja saja dulu"
Tangkapan Suara
Dan aku bertanya dalam hati yang genting,
Kapan mimpiku berubah jadi beban dingin?
Dulu mereka peluk langkahku dengan doa,
Kini aku berdiri sendiri, tanpa suara.
Chorus
Dan aku diam… walau dada ini sesak
Bukan karena lemah, tapi takut pecah
Satu kata bisa jadi badai
Dan ibu akan kecewa, jadi kutahan semua amarah
Kupilih diam, dalam luka yang retak
Verse 2
Mereka bilang: "Tak usah mimpi tinggi"
Tapi bukankah mimpi itu yang dulu mereka beri?
Sekarang aku hanya beban di mata
Tak lagi cahaya, hanya sisa tenaga
Ingin ku jawab, ingin ku jelaskan
Bahwa niat ini bukan angan-angan
Tapi tiap kalimat terasa pedih
Seolah aku makhluk kecil yang salah pilih
Tangkapan Suara 2
Aku pernah percaya, rumah adalah tempat pulang
Namun kini terasa seperti ruang kosong yang senyap dan menggantung
Ingin ku teriak, ingin ku peluk,
Tapi yang keluar hanya bisu dan sesak yang menumpuk
Chorus
Jadi aku diam… walau hatiku teriak
Tak ingin menghancurkan, tapi aku pun remuk
Satu suara bisa jadi luka
Dan ibu akan menangis, jadi kutelan semua derita
Kupilih diam, dalam gelap yang retak
Bridge
Tak semua diam berarti rela
Tak semua tunduk berarti setuju
Aku hanya anak yang mencoba kuat
Meski jiwanya perlahan jatuh, runtuh
Di ruang makan aku duduk menunduk
Semua omongan jadi pisau yang menusuk
Andai saja mereka bisa melihat
Bahwa aku masih anak mereka… yang ingin hidup sedikit lebih berarti
Final Chorus (Instrumental membangun, emosi meledak)
Dan aku diam… karena mencintai terlalu dalam
Tak ingin melawan, walau hancur perlahan
Bila aku harus padam dalam sunyi
Biar Tuhan saja yang dengar isi hati ini
Kupilih diam… bukan karena tak peduli
Tapi karena aku takut… menyakiti.
Outro (spoken/whispered)
Kalau suatu hari aku pergi…
Bukan karena tak cinta, tapi karena tak kuat berdiri.
Di hadapan cinta yang menjatuhkan,
Aku memilih… diam.
---