Intro (instr.)
(Piano melodi sederhana — 4 bar)
Verse 1
Di matamu aku belajar merasakan malam,
Bintang-bintang berbisik, meniru namamu, kasih.
Langkahmu ringan di pelataran hati yang sepi,
Meninggalkan jejak hangat di setiap napasku.
Pre-Chorus
Dan bila sunyi datang mengetuk pintu,
Kupejam mata, kubisik doa pada rindu.
Chorus
Aku mencintaimu, hanya untukmu, kasih,
Tak ada yang setia selain gerak nadiku.
Kau pelita yang menyulut harap dalam redupku,
Jangan pernah pergi, tetaplah jadi rumahku.
Verse 2
Kau tawa yang menuntun musim agar bertahan,
Kau tenang yang meredam badai di dadaku.
Setiap kata yang kau titipkan jadi pelita,
Menuntun aku pulang, pulang pada cinta yang sederhana.
Pre-Chorus (var.)
Kala angin merobek lembar malam,
Kuminta bintang agar tetap memandangmu.
Chorus
Aku mencintaimu, hanya untukmu, Anik,
Tak ada yang setia selain gerak nadiku.
Kau pelita yang menyulut harap dalam redupku,
Jangan pernah pergi, tetaplah jadi rumahku.
Bridge
Biarkan waktu menulis kisah pada abu-abu hari,
Asal ada namamu terukir di ujung nafasku.
Jika kau ragukan, dengarkan detik yang bertaut,
Itulah sumpahku yang tak lekang oleh waktu.
Break (instr.)
(Piano solo — nafas; cello mengangkat emosi)
Chorus — Full
Sekarang, jika kau mencintaiku, kumohon, sayang,
Cintailah aku tetap, jangan biarkan sirna.
Kukatakan tanpa ragu, aku tak punya siapa-siapa,
Hanya kau, hanya kau, dan tak ada selain dirimu.
Outro (reprise)
(Jeda, nyanyi lembut)
Jangan pernah pergi... jangan pernah pergi...
(Halftime whisper)
Anik, tetaplah di sini—di pelukan rinduku.
(Piano menutup pelan, fade out strings)
—