(Verse 1)
Lampu kota mulai padam, sunyi menusuk malam
Pikiranku melayang, beban terasa memberat
Dinding kamar jadi saksi, bisu pada resah hati
Cerita tentang mimpi yang entah kapan 'kan berarti
(Pre-Chorus)
Setiap langkah terasa berat, jalanan penuh liku
Napas ini tersengal, mencari udara baru
Kadang ingin menyerah, berlutut pada takdir
Tapi hati berbisik: "Ini belum berakhir"
(Chorus)
Aku sedang berjuang, melawan badai di dada
Mencari setitik terang di pekatnya gulita
Mungkin raga ini lelah, mungkin air mata jatuh
Tapi jiwa ini menolak, untuk jadi rapuh
(Verse 2)
Senyum di pagi hari, topeng 'tuk sembunyikan duka
Di balik tawa rekayasa, ada perang yang membara
Orang lihat hasil akhir, mereka tak tahu prosesnya
Berapa kali terjatuh, berapa kali terluka
(Pre-Chorus)
Setiap langkah terasa berat, jalanan penuh liku
Napas ini tersengal, mencari udara baru
Kadang ingin menyerah, berlutut pada takdir
Tapi hati berbisik: "Ini belum berakhir"
(Chorus)
Aku sedang berjuang, melawan badai di dada
Mencari setitik terang di pekatnya gulita
Mungkin raga ini lelah, mungkin air mata jatuh
Tapi jiwa ini menolak, untuk jadi rapuh
(Bridge)
Satu hari nanti, kuharap bisa menoleh ke belakang
Melihat semua luka jadi bekas perjuangan
Bahwa setiap tetes keringat, setiap rasa sakit
Adalah bagian dari cerita, yang membuatku bangkit
(Chorus)
Aku terus berjuang, walau badai menerpa
Menggenggam erat harapan, demi masa depan nyata
Biarlah raga ini lelah, biarlah air mata jatuh
Aku tak 'kan menyerah, aku lebih dari rapuh
(Outro)
Terus melangkah... walau pelan...
Perjuangan ini... belum usai...
Aku berjuang...