(Verse 1)
Aku terbangun pagi ini, senyumku lebar sekali
Kalender dilingkari merah, tanggal keramat yang dinanti
Buka hape, mata melotot, notif bank datang menyapa
Saldo naik drastis, rasanya bagai Sultan di dunia
(Pre-Chorus)
Dompet yang kemarin kurus, kini mendadak buncit
Rencana belanja sudah full dari ujung rambut ke tumit
Tapi ada yang aneh, ini perasaan apa ya?
Kok uangnya kayak hantu, cuma lewat sebentar saja?
(Chorus)
Oh, gajian, gajian, kau ilusi semata
Datang bagai pahlawan, hilang bagai jelaga
Kemarin sore "flexing", hari ini sudah melongo
Isi rekeningku kini kembali ke nol koma nol
Katanya jutaan, kok rasanya cuma numpang lewat di ATM doang?
(Verse 2)
Malam pertama gajian, makan steak di restoran mewah
Minum kopi mahal, pulang-pulang perut kenyang merekah
Malam kedua bayar kosan, cicilan motor, dan tagihan listrik
Listrik padam, baru sadar dompetku mulai tercekik
Malam ketiga... eh, sudah tanggal tua lagi?
(Pre-Chorus)
Dompet yang kemarin buncit, kini kembali pipih
Semua rencana belanja, tinggal angan yang perih
Tapi ada yang aneh, ini perasaan apa ya?
Kok uangnya kayak hantu, cuma lewat sebentar saja?
(Chorus)
Oh, gajian, gajian, kau ilusi semata
Datang bagai pahlawan, hilang bagai jelaga
Kemarin sore "flexing", hari ini sudah melongo
Isi rekeningku kini kembali ke nol koma nol
Katanya jutaan, kok rasanya cuma numpang lewat di ATM doang?
(Bridge)
Mungkin aku salah hitung, atau kalkulatorku yang rusak?
Atau jangan-jangan, uangnya punya kaki dan bisa bergerak?
Misteri gajian lenyap, lebih sulit dari soal fisika
Yang tersisa cuma bon belanja dan sisa uang di saku celana
(Outro)
Gajian, oh gajian...
Sampai jumpa bulan depan, ya!
Tolong kali ini, mampirlah lebih lama...
(Diakhiri dengan petikan gitar yang sumbang dan tawa hambar)