[Intro]
Di balik jajaran angka, ku terjebak,
Melihat layar terang, semua rasa tergerak.
Es kopi di tangan, rokok menumpuk,
Menjaga senyuman, setiap keluhan terlukis.
[Verse 1]
Teriakan pelanggan seakan menembus dinding,
"Kenapa tak ada supir? Sudah janji menjemput!"
Alih-alih marah, ku hanya tetap tenang,
"Maaf, Pak/Bu, kami berusaha sebaik mungkin, kan?"
[Pre-Chorus]
Tidur tak kenal waktu, begadang setiap malam,
Mata panda berjuang agar tetap bisa tersenyum.
Ketika aturan diputuskan, revisi harga berhari-hari,
Spreadsheet menuntut, data cepat dan tepat.
[Chorus]
Jadi admin transportasi, hati ini terbelah,
Di balik kata ramah, tersembunyi lelah.
Gaji pas-pasan, beban tak berkurang,
Menjadi baik, meski kadang ingin melawan.
[Verse 2]
Driver ketiduran, alasan macet basi,
Ku lihat jam, semua jadi menyesali,
Pelanggan berapi-api, hak mereka ku pahami,
Namun hatiku pun berkata, "Adakah hati ini lagi?"
[Pre-Chorus]
Pukul dua pagi, masih terjaga menanti,
Menelaah agenda, jawaban harus pasti.
Kolom angka berlari, mengisi waktu membunuh,
Terus berusaha, meski lelah hidup menuntut.
[Chorus]
Jadi admin transportasi, hati ini terbelah,
Di balik kata ramah, tersembunyi lelah.
Gaji pas-pasan, beban tak berkurang,
Menjadi baik, meski kadang ingin melawan.
[Bridge]
Aku memikirkan semua、dari driver hingga manajemen,
Usaha takkan sia-sia jika kita bisa saling mengerti.
Membuat perubahan dalam setiap langkah kita,
Tetap berdiri meski dunia sering mengguncang.
[Outro]
Jadi admin transportasi, berjuang dalam diam,
Mengharapkan perubahan, semoga tak sia-sia harapan.
Mata panda ini takkan mudah sirna,
Selama ada cinta di balik kerja keras kita.