[Intro - (spoken, dengan alunan bass santai & ketukan snap)]
“Selamat datang, Tuan dan Nona Profesional...
Hari ini kita belajar... bagaimana menyamar jadi pahlawan... sambil main belakang.”
[beat masuk, groovy]
[Verse 1]
Bajumu rapi, dasi terikat
Senyum manis, gaya sopan penuh hikmat
Katanya kau pelayan, penolong masyarakat
Tapi matamu bicara lain—penuh syahwat
[Pre-Chorus]
Di balik meja, di balik lencana
Tersimpan niat yang bikin merana
Bukan pelayanan, tapi jebakan
Cahaya redup di ruang pengakuan
[Chorus]
Topeng profesional, tapi hatimu skandal
Berpura-pura netral, padahal nafsu yang mengendal
Kau pegang aturan, tapi langgar diam-diam
Orang percaya, kau malah jadikan mangsa malam
[Drop]
[Verse 2]
Ibarat dokter tapi haus kuasa
Ibarat pengacara tapi tipu fakta
Ibarat guru yang ajar dusta
Kau bilang ini etika, tapi nyatanya luka
[Pre-Chorus]
Kata-kata manis seperti doa
Tapi perbuatanmu bikin trauma
Gaji dari rakyat, janji dari sumpah
Tapi akalmu dikuasai birahi mewah
[Chorus]
Topeng profesional, tapi hatimu skandal
Berpura-pura netral, padahal nafsu yang mengendal
Kau pegang aturan, tapi langgar diam-diam
Orang percaya, kau malah jadikan mangsa malam
[Bridge]
Dan ketika semua terungkap terang
Kau berdalih, berkelit, sembunyi bayang
Tapi suara korban tak bisa ditutup
Teriaknya makin keras, kebenaran menyusup
[Chorus]
Topeng profesional, pecah oleh skandal
Tunjukkan wajah asli, bukan lagi abdi yang andal
Kau mainkan peran, tapi lupa batas moral
Kini semua tahu, kau hanya aktor brutal
[Outro - (spoken, dengan suara radio tua dan nada sarkas)]
“Dan itulah episode hari ini: Si Topeng Profesional...
Ingat, kepercayaan itu bukan kostum...
Sekali kau rusak, dunia akan tepuk tangan... saat kau jatuh dari panggung.”
[sound fade out: suara tepuk tangan sinis, suara sirene jauh di belakang]