Tanah Kami Menangis
Di atas batu karang, kami lahir,
di hutan rimba, kami besar,
di tepi danau, kami belajar hidup,
di puncak gunung, kami menjaga rahasia leluhur.
Tapi tanah ini tak lagi milik kami,
akar sagu dipotong, hutan dibakar,
emas dan kayu dirampas tanpa izin,
air mata jatuh, bercampur lumpur merah.
Kami masih bernapas, tapi tercekik,
suara kami dipadamkan senjata,
orang-orang kami gugur,
tubuh mereka ditelan tanah yang tak lagi ramah.
Oh Papua, tanah leluhurku,
masihkah engkau merdeka di dalam doa?
Atau hanya menjadi nama di peta,
sementara darahmu terus mengalir tanpa henti.
Kami bukan budak di tanah sendiri,
kami bukan tamu di rumah leluhur,
suatu hari burung surga akan pulang,
dan kami berdiri: bebas, tegak, merdeka.