Mentari pagi tersenyum di langit biru,
Langkahku ringan, walau hati kadang pilu.
Keringat ini bukan tanda lelah,
Tapi bukti aku masih punya arah.
Tak semua jalan mulus dijalani,
Kadang jatuh, tapi aku berdiri lagi.
Semangat mengais rezeki,
Meski badai datang lagi.
Kupercaya setiap peluh ini,
Kan jadi berkah yang suci.
Kuingat wajah orang di rumah,
Jadi alasan tak menyerah.
Oh Tuhan, kuatkan hati ini,
Dalam semangat mengais rezeki.
Motor tua, saksi setia langkahku,
Baju lusuh, tapi mimpi masih baru.
Teman seperjuangan tersenyum di jalan,
Kita tertawa di tengah beban.
Tak ada hasil tanpa usaha,
Rezeki datang bila kita berdoa.
Semangat mengais rezeki,
Meski badai datang lagi.
Kupercaya setiap peluh ini,
Kan jadi berkah yang suci.
Kuingat wajah orang di rumah,
Jadi alasan tak menyerah.
Oh Tuhan, kuatkan hati ini,
Dalam semangat mengais rezeki.
Biar hari terasa berat,
Langkahku takkan tersesat.
Selama ada doa di dada,
Aku yakin semua bisa.
Semangat mengais rezeki,
Takkan padam di hati ini.
Senyum keluarga jadi pelita,
Dalam gelap aku bertahan juga.
Oh Tuhan tuntun langkah ini,
Selamanya ku syukuri,
Semangat… mengais rezeki.