[Verse 1]
Di taman kita, dulu kuncup mawar merah,
Kau siram janji, "Bersemi takkan layu."
Tapi musim berganti, angin pudarkan senyum,
Aku jadi tanah, kering menanti hujan rintik.
[Chorus]
Oh, cintaku bagai daun gugur di lereng bukit,
Terbang dibawa derai, hilang dalam kabut.
Akarmu tak menghujam, hanya akal tipu,
Taman ini sunyi... bunga-bunga mati satu-satu.
[Verse 2]
Kau kata langit akan cerah bersama,
Tapi pelangi kita rekah jadi duri.
Akar rindu mencengkam, tapi kau sudah cabut,
Tinggal batang sunyi, berkarat dimakan waktu.
[Bridge]
Hujan turun lebat, tapi ini air mataku,
Menyuburkan luka, tumbuh ilalang pilu.
Bahkan bulan purnama, tak sudi tersenyum,
Dunia seakan kelam... bagai kelopak layu.
[Chorus]
Oh, cintaku bagai daun gugur di lereng bukit,
Terbaring di tanah, hancur jadi abu kelam.
Akarmu yang palsu, runtuh jadi debu,
Taman ini mati... hanya aku dan bayangmu.
[Outro]
Kuncup terakhir jatuh...
Angin bawa pergi namamu...
Taman bunga layu—
Tinggal aku, dan dahan patah.