Malam itu angin dingin merasuk tulang
Cahya bulan meredup tertutup mendung kelam
Namun tak menyurutkan semangat anak bangsa
Sorak sorai penuh amarah dan dendam
Atas negeri yang kian berbau busuk
Karena pejabat yang serakah mabuk kuasa
Karena runtuhnya moral
pejabat tak bermalu
Tugu Golong Gilik bergetar getar kencang
Mengantar pemimpin sejati menuruni singgasana
Berjalan sendiri tanpa senjata
tanpa tentara
Hanya dengan keagungan dan jiwa arifnya
Laksana seorang ayah kepada anak anaknya
Tidak untuk bertemu tapi untuk bersatu
Golong gilik raja dan rakyat berbaur satu
Dari Yogyakarta bersama suarakan keadilan
Bersama mengangkat harga diri bangsa
Bersatu mengguncang setiap lorong kota
Meneriakkan jeritan bangsa dari rakus penguasa
Dibalut wajah lugu senyum manis menari nari
Dari kalian para penjajah negeri sendiri