(Verse 2 – Bagian paling menyentuh)
Aku melihatmu dari jauh, seperti mimpi yang tak pernah usai
Kau berjalan dengan aura yang tak bisa kusamai
Tampan, pintar, dan dingin… semua orang menatapmu
Sedang aku… bahkan tak punya keberanian menatapmu satu detik pun
(Pre-Chorus)
Kadang aku bertanya pada Tuhan,
“Untuk apa aku jatuh hati pada seseorang yang tak mungkin membalas?”
Tapi setiap kau lewat… hatiku menjawab sendiri:
“Aku mencintaimu… meski hanya bisa diam.”
(Chorus – Bagian tersedih)
Dan aku mencintaimu dalam diamku,
Dalam wajah buruk rupa yang sering kutertawakan sendiri.
Kau takkan pernah tahu, betapa aku ingin memanggil namamu,
Tapi aku takut… takut terlihat tidak pantas untukmu.
Maka biarlah aku mencintaimu,
Dari tempat yang bahkan tak pernah kau lihat.
(Bridge – Paling menusuk hati)
Jika suatu hari kau menemukan seseorang yang jauh lebih layak,
Seseorang yang indah di matamu…
Aku akan tersenyum, meski hatiku runtuh pelan-pelan.
Karena mencintaimu—
meski tanpa pernah kau tahu—
sudah menjadi keberanian terbesar yang bisa kulakukan.