(Kael)
Jika waktu menuliskan ulang namamu,
maka biarlah aku menjadi senyap yang menjaganya,
bukan sebagai nama dalam riwayat,
melainkan gema yang tak pernah selesai kugumamkan.
(Alira)
Jika aku terbakar untuk mengingatmu,
maka biarlah abu ini menjadi arah,
dan dalam setiap tiupan angin,
kau akan selalu menjadi utara yang tak bisa kuhampiri.
(Kael)
Bukan takdir yang memisahkan,
tapi keberanian kita untuk tetap memilih,
bahkan ketika dunia menyebut kita salah,
aku tetap memilihmu, dalam diam, dalam ingatan yang dihapus.
(Alira)
Dan aku tetap memanggilmu,
meski tak ada jawaban.
Sebab dalam setiap kehidupan yang kupijak,
namamu adalah satu-satunya nyala yang tak pernah padam.