🎶 Verse 1:
Aku nyeduh teh, kamu bilang "selamat tidur"
Katanya mau meeting, tapi wajahmu udah kabur
Aku ketawa, sinyal kita lucu
Tapi cinta ini... serius, sungguh-sungguh, sungguh lucu
Aku dandan cakep tiap malam Sabtu
Cuma buat video call sepuluh menit yang butuh restu
Kadang kamu freeze di posisi jelek
Tapi tetap ganteng, di hati ini nggak nge-lag
🎶 Chorus:
Kamu jauh, tapi dekat di aku
Lewat pesan suara yang nggak selalu lugu
Kalau sinyal hilang, rindu malah makin kuat
Kayak jazz yang nggak harus selalu tepat
Kamu jauh, tapi lucunya begini
Aku makin cinta tiap koneksi terputus sendiri
Karena cinta kita bukan soal tempat
Tapi komitmen yang tetap hangat
🎶 Verse 2:
Kamu ngirim lagu jam dua pagi
"Ini nadanya aku banget, katanya sih"
Aku senyum, padahal ngantuk setengah mati
Tapi suara kamu tuh kayak lullaby alami
Kamu tanya, "Sabar terus ya di sana?"
Aku jawab, "Kalau kamu ujungnya, aku rela nunggu lama"
Tiap hari belajar rindu yang dewasa
Dan jazz... jadi teman rasa yang tak bisa kuraba
🎶 Chorus:
Kamu jauh, tapi dekat di aku
Kayak melodi yang tak pernah kaku
Meskipun kadang kita main nada sumbang
Cintaku tetap, tak pernah hilang
🎶 Bridge (spoken-sung style):
Dan kalau nanti... kamu beneran datang
Kupastikan wajan udah panas, dan rambut udah wangi pandan
Nggak perlu sinyal kuat atau Zoom
Cukup kamu, di ruang tamu, bawa peluk dan senyum
🎶 Final Chorus (modulasi naik):
Kamu jauh, tapi dekapanmu nyata
Di doa, di tawa, di detik yang lama
LDR ini bukan ujian berat
Tapi prelude menuju... duet sejati yang hangat