Verse 1
Di ruang kelas yang tenang itu,
kau datang membawa waktu.
Halaman-halaman yang dulu diam,
kini terasa bernafas dalam.
Verse 2
Namamu lembut seperti pagi,
menyusun kisah tanpa tergesa.
Kau ajarkan kami melihat dunia,
dengan hati yang pelan membuka.
Chorus (lembut & menyentuh)
Terima kasih, Bu Septi…
kau tidak hanya mengajar hari ini.
Tapi menanam cerita di dalam diri,
agar kami tak lupa dari mana kami berdiri.
Bu Septi… dalam setiap tutur kata,
kau buat masa lalu terasa dekat selamanya.
Verse 3
Kadang aku hampir berhenti,
kau tersenyum, “tak apa, coba lagi.”
Suaranya pelan tapi berarti,
seperti pelukan tanpa sentuhan yang terlihat.
Chorus
Terima kasih, Bu Septi…
kau tidak hanya mengajar hari ini.
Tapi menanam cerita di dalam diri,
agar kami tak lupa dari mana kami berdiri.
Bu Septi… caramu menjaga kami,
membuat hati ingin menjadi lebih baik lagi.
Bridge (pelan & penuh rasa)
Kelak saat langkahku menjauh,
namun namamu tetap kupeluk.
Pelajaranmu tak berhenti di sekolah,
ia tinggal di dalam langkahku yang berubah.
Final Chorus (lebih hangat, tetap lembut)
Terima kasih, Bu Septi…
kau cahaya yang tak pernah pergi.
Jika nanti aku sampai di mimpi,
aku tahu kau bagian dari perjalanan ini.
Bu Septi… guruku selamanya,
terima kasih sudah percaya
saat aku belum percaya pada diri sendiri.