Verse 1
Aku tumbuh di rumah tanpa pelukan
Hanya suara yang menggores lebih tajam dari duri
Mereka bilang aku beban, aku pengganggu
Padahal aku cuma anak yang ingin dicintai… sekali saja…
Verse 2
Mereka menuduhku dengan hal yang tak pernah kulakukan
Mengolok kelemahanku saat aku berusaha bertahan
Tubuhku terluka, jiwaku lebih parah
Dan tak ada satu pun dari mereka yang peduli bagaimana rasanya hidup sambil menahan nyeri
Pre-Chorus
Dan setiap malam tiba aku kembali ke sunyi
Menangis tanpa suara agar tidak disalahkan lagi
Karena ketika aku bicara…
Mereka bilang aku lebay, manja, atau cari perhatian
Chorus
Inilah teriakan heart yang pecah
Jeritan yang kubenamkan karena tak ada yang mau dengar
Saat aku minta tangan untuk berdiri…
Justru mereka yang menjatuhkanku lebih dalam
Verse 3
Aku pernah punya mimpi kecil untuk bahagia
Tapi mereka merobek mimpi itu dengan kata-kata tajam
Aku dipaksa dewasa sebelum waktunya
Mengurus semuanya… padahal aku sendiri tak pernah dijaga
Pre-Chorus
Aku menatap langit bukan karena aku kuat
Tapi karena hanya Allah yang mau mendengar
Di bumi, air mataku tak berarti
Di langit, setiap tetesnya tercatat dan dipahami
Chorus
Inilah teriakan hati yang retak
Yang tak pernah mereka dengar, atau pura-pura tak dengar
Aku hidup dengan luka yang tak mereka lihat
Namun mereka menyalahkanku seakan semua ini pilihanku
Bridge
Aku lelah menjadi cerita yang tak pernah mereka pahami
Lelah terus mencoba baik pada orang yang mematahkan
Kalau aku bisa memilih…
Aku ingin menjadi siapa pun selain anak yang mereka rendahkan itu
Final Chorus
Namun meski suara ini hampir mati
Meski dadaku sesak oleh rasa yang tak terucap
Aku tetap bertahan untuk satu hal:
Allah melihat semuanya.
Dan itu cukup…
Untuk membuatku hidup meski seluruh dunia menutup telinga.