(Verse 1)
Kau datang bagai sinar pagi,
Hangatkan hati yang beku sepi.
Tapi kini kau pergi jauh,
Tinggalkan luka yang tak sembuh.
(Pre-Chorus)
Janji yang pernah kau ucapkan,
Kini tinggal bayang di awan.
Cintaku kau patahkan,
Tanpa alasan, tanpa harapan…
(Chorus)
Pedih ini—setajam pedang,
Menusuk dada tanpa ampun.
Air mata jadi lautan,
Menenggelamkan kenangan.
Jika cinta harus berakhir,
Biar aku yang hancur sendiri…
(Verse 2)
Semalam aku masih percaya,
Kau dan aku selamanya.
Tapi waktu buka rahsia,
Kau milik dia, bukan aku lagi.
(Pre-Chorus)
Langit pun turut menangis,
Menyaksikan cinta terkubur manis.
Hati ini bergetar halus,
Saat namamu kuhapus…
(Chorus)
Pedih ini—setajam pedang,
Menusuk dada tanpa ampun.
Air mata jadi lautan,
Menenggelamkan kenangan.
Jika cinta harus berakhir,
Biar aku yang hancur sendiri…
(Bridge)
Biar darah jadi tinta,
Menulis nama yang tak ku lupa.
Walau luka takkan sembuh,
Cintaku tetap utuh…
(Final Chorus)
Pedih ini—setajam pedang,
Tak ada kata yang bisa tenangkan.
Aku terdampar di bayangan,
Cinta yang kini jadi racun.
Dan bila esok datang lagi,
Biarlah aku tetap sendiri.