Verse 1
Dalam hujan yang tak berhenti,
Aku menunggu di tepi mimpi.
Bayanganmu di kabus waktu,
Masih memanggil namaku yang dulu.
Pre-Chorus
Kita dua dunia yang tak seharusnya bersatu,
Namun takdir menulis cinta itu.
Chorus
Akan menemui mu walau seribu tahun,
Di antara langit dan bumi,
Di antara nyata dan mimpi,
Cinta ini tak pernah mati.
Meski dunia melupakan aku dan kamu,
Rohku tetap mencari rohmu.
Verse 2
Bulan menangis di atas danau,
Mengingat janji di bawah bayangmu.
Engkau manusia, aku legenda,
Namun hati tak kenal sempadan masa.
Pre-Chorus
Kau lah cahaya dalam kegelapan,
Yang ku cari di setiap kelahiran.
Chorus
Akan menemui mu walau seribu tahun,
Dalam badai, dalam sunyi,
Walau dunia tak mengerti,
Aku tetap di sisi.
Meski waktu membeku di hujung rindu,
Aku masih mencintaimu.
Bridge
Jika takdir menghapus wajahmu,
Aku akan mencari dalam setiap kehidupan baru.
Kerana cinta kita tak berakhir di dunia,
Ia abadi… dalam jiwa naga putih dan manusia.
Final Chorus
Akan menemui mu walau seribu tahun,
Di setiap kelahiran baru,
Dalam setiap doa yang bisu,
Namamu masih terpaku.
Kerana cinta ini bukan ilusi,
Ia sumpah abadi —
Antara langit dan bumi.