BUJANG SENANG – The White Crocodile Legend
Verse I
Di sungai berliku, arus berdarah
Muncul bayang putih, mata menyala garang
Jeritan manusia, lenyap ditelan gelombang
Sang legenda bangkit, roh dendam menyerang
Pre-Chorus
Air berpusar bagaikan neraka
Nama keramat bergema di hutan raya
Chorus
Bujang Senang! Buaya abadi!
Sang penunggu, penggenggam tragedi
Bujang Senang! Mitos berdarah!
Sungai Batang Lupar saksi amarah
(Iban chant – growl backing)
"Petara ngagai tanah, sungai nyadi darah!
Bujang Senang, semengat enda mati!"
(Petara to the land, river turns to blood!
Bujang Senang, the spirit never dies!)
Verse II
Darah mengalir di tebing berlumpur
Taring dan rahang, pemutus takdir
Dari zaman perang, sumpah terikat
Petara saksikan, jiwa yang bangkit!
Bridge (Growl)
“Jerik! Jerik!” suara di angin malam
Roh pahlawan terkurung dalam jasad buaya
Tiada belas, tiada ampun
Abadi di sungai – kutukan zaman!
(Iban whisper chant)
“Sungai Batang Lupar, kami enda takut,
Tapi semengat bujang, nadai lenyap!”
(Batang Lupar river, we do not fear,
But the spirit of Bujang shall never fade!)
---
Solo / Breakdown
(Gitar melodi mendayu, diikuti tremolo picking deras – mencipta suasana epik dan gelap)
---
Final Chorus
Bujang Senang! Raja perairan!
Misteri gelap, kekal legenda
Bujang Senang! Dendam purba!
Sungai berdarah selama-lamanya!
(Iban chant)
“Bujang Senang! Raja sungai,
Tunggu’ kami, sampai akhir timpuh!”
(Bujang Senang! King of the river,
Await us, until the end of time!)
---
Outro (Whisper + Growl)
Bayang putih…
Di arus hitam…
Namanya hidup…
Bujang Senang!