Cahaya terpecah menjadi serpihan nada,
Di antara bayang-bayang waktu yang terhenti,
Tanduk angin berbisik dalam getar yang asing,
Dedaunan menguap, menulis senyap pada cermin malam.
Mereka berjalan dalam selimut kebingungan,
Di antara garis-garis yang memudar,
Kupu-kupu dalam hujan aspal,
Menggenggam langit yang terbalik,
Teruslah berlari, di atas kabut yang terbungkus senyap.
लहरें गहरी हैं, जो कहीं नहीं जातीं,
स्याही लुड़कती है, बिना किसी आवाज के,
सितारे घूमते हैं, जैसे किसी भूलभुलैया में,
लेकिन वे नहीं जानते, क्योंकि दिशा केवल भ्रम है।
They walk wrapped in confusion,
Between fading lines,
Butterflies in the asphalt rain,
Grasping an upside-down sky,
Keep running, on the mist wrapped in silence.
Sekelompok hantu menyanyi dalam diam,
Sementara awan menggerus tawa yang hilang,
Di mana waktu pergi? Di sana, di bawah kata-kata yang terlepas.
Rindukan yang tak pernah ada, yang terlupakan dalam perputaran tak terhingga.
Mereka berjalan dalam selimut kebingungan,
Di antara garis-garis yang memudar,
Kupu-kupu dalam hujan aspal,
Menggenggam langit yang terbalik,
Teruslah berlari, di atas kabut yang terbungkus senyap.
Biarkan semua hilang dalam kegelapan,
Kata-kata yang tersisa hanya samar,
Mereka yang tersesat tak akan pernah kembali,
Karena pintu kabut telah menutup rapat,
Dan kita tertinggal di antara kenangan yang pudar.