[Verse 1]
Lumpur nempel di sepatu
Darah kering di sarung tangan
Nama hilang di seragam lusuh
Yang penting siapa bisa ku selamatkan
Jarum, kain, tangan gemetar
Teriak sakit campur doa
Satu luka, satu nyawa
Hitung napas kayak mantra
[Chorus]
Aku cuma prajurit medis di parit
Tutup sobek tubuh, bukan mulut yang berisik
Satu-persatu, jatuh, ku tarik balik
Sebelum langit jatuh, artileri mengiris
Aku cuma prajurit medis di parit
Degup nadi jadi kompas, bukan peluit
Kalau harus hancur, aku yang terakhir pergi
Sampai tangan ini beku, aku tetap di sini (hey!)
[Verse 2]
Seruan minta tolong tumpang tindih
Asap hitam tutup mata, bikin perih
Pilih dulu mana yang paling tipis
Batas antara hidup sama habis
Kompres luka pakai kain seadanya
Air di kantong tinggal sisa
Gigi ngertap saat tanah bergetar
Setiap dentum, ku hafal, ku tegar
[Chorus]
Aku cuma prajurit medis di parit
Tutup sobek tubuh, bukan mulut yang berisik
Satu-persatu, jatuh, ku tarik balik
Sebelum langit jatuh, artileri mengiris
Aku cuma prajurit medis di parit
Degup nadi jadi kompas, bukan peluit
Kalau harus hancur, aku yang terakhir pergi
Sampai tangan ini beku, aku tetap di sini (oh yeah)
[Bridge]
Kalau besok namaku cuma angka di daftar
Ingat aku yang jaga saat napasmu goyah
Di antara lumpur, darah, suara marah
Ada satu orang tetap pegang plester dan harap
[Chorus]
Aku cuma prajurit medis di parit
Tutup sobek tubuh, bukan mulut yang berisik
Satu-persatu, jatuh, ku tarik balik
Sebelum langit jatuh, artileri mengiris
Aku cuma prajurit medis di parit
Degup nadi jadi kompas, bukan peluit
Kalau harus hancur, aku yang terakhir pergi
Sampai tangan ini beku, aku tetap di sini