[Verse 1 – Slow Acoustic]
Senja itu mulai meredup,
Langit membara warna rindu.
Malam pekat menyelimuti,
Cerita kita perlahan sirna.
[Verse 2]
Kau di sisi, tapi jauh di hati,
Rasa dulu kini menjadi sepi.
Dulu kita satu jiwa dan rasa,
Tapi darjat memisah asa.
[Pre-Chorus]
Sejak kapan kita mulai terpisah?
Langkah berbeda di jalan yang sama.
Apa yang membelenggu jiwa?
Mungkin aku tak pernah tahu,
Jawaban itu di hatimu.
[Chorus]
Kini tiada lagi kita,
Yang tersisa hanya cerita.
Aku Majnun yang setia,
Kau Masih Laila......tapi berbeda!
[Verse 3]
Mungkin kau kini menyadari,
Majnun bukan untuk mahkota.
Aku hanya lelaki biasa,
Sedang kau penguasa dunia.
[Pre-Chorus 2]
Setiap detik aku bertahan,
Kenangan tumbuh di relung hati.
Meski luka terus berbicara,
Cinta ini tetap setia.
[Chorus 2]
Sampai kapan kisah jadi sandiwara?
Untuk menutupi luka dan dera.
Kenyataan terungkap lara....,
Kita tak lagi seirama.
[Verse- Female voice softly]
Tiada lagi cinta di hati ini,
Rasa dulu telah pergi.
Kita pernah bermimpi bersama,
Tapi kini semua tinggal cerita.
Aku bukan lagi seperti dulu,
Jalan kita telah berbeda.
Maafkan aku, Majnun,
Cinta ini… sudah tiada.
[Bridge]
Mungkin aku hanyalah mimpi,
Yang kau paksa jadi nyata..
Aku hias jalan sunyimu,
Namun cinta hanya terpaksa.
[Final Chorus]
Saat semuanya tak lagi kita,
Haruskah kita terus berdusta?
Bukan untuk mereka,
Tapi untuk jiwa kita.
[Outro]
Majnun tetap bermimpi,
Dalam lena yang sepi.
Cerita baru menanti,
Bab akhir cinta ini.