(Verse 1)
Dulu aku penjaga surga, bersinar di langit suci,
Namun ambisiku membakar, menuntunku ke jurang ini.
Sayap putihku jadi hitam, terikat rantai dosa,
Kutempa pedang di neraka, demi kebebasan nyata.
(Pre-Chorus)
Aku jatuh, tapi tak hancur,
Kutemukan kekuatan dalam azabku.
(Chorus)
Sayapku terbakar, tapi jiwaku menyala,
Aku Argus, sang prajurit cahaya.
Meski gelap menelan, kuterangi dunia,
Dengan pedang abadi — aku takkan binasa!
(Verse 2)
Kutemui Rafaela, tangismu masih kuingat,
Kau melihat bayangan diriku, namun tak kuingkar takdirku.
Kutebas rantai kegelapan, demi cahaya yang hilang,
Kini aku bukan malaikat, tapi harapan terakhir perang.
(Pre-Chorus)
Dari luka lahir kekuatan,
Dari dosa tumbuh penebusan.
(Chorus)
Sayapku terbakar, tapi jiwaku menyala,
Aku Argus, sang prajurit cahaya.
Meski gelap menelan, kuterangi dunia,
Dengan pedang abadi — aku takkan binasa!
(Bridge)
Ketika langit runtuh, dan cahaya sirna,
Aku berdiri sendiri, tanpa surga...
Namun setiap tebasanku, setiap darah yang jatuh,
Adalah doa — untuk dunia yang tak lagi utuh.
(Final Chorus)
Sayapku terbakar, tapi jiwaku menyala,
Aku Argus, sang abadi penjaga.
Meski neraka menanti, aku tetap berjuang,
Karena cahaya... hidup di dalam bayang!
(Outro)
Aku Argus…
Prajurit yang takkan mati…