(Intro)
(Verse 1)
Baru sempat ku kenakan gaun putih
Janji suci pun masih basah di hati
Mengapa bayangmu semakin hilang berlari
Tinggalkan aku begini, Sakit tak terpungkiri.
(Verse 2)
Belum juga habis tangis ini membasuh
Langit kembali merenggut sosok yang teduh
Ayah pun pergi berpulang, tak sempat berpesan
Tinggallah Anak dan Istri, Meringkuk berdua di dalam sunyi..
(Pre-Chorus)
Setiap malam ku selalu berdoa
Berharap ku terbangun karena tersiksa
Walau kutahu bukan mimpi, tapi nyata
Namun hati Ini tak pernah bisa terima.
Walau air mata tak bisa membeli mimpi
Walau ku berdoa tak langsung terkabuli
Walau diri ini ingin segera mati
Aku harus bangkit, walau dunia menghakimi..
(Chorus)
Ku terjatuh, ku terluka
tapi ku coba tuk berdiri
Meski dunia tak ramah, tak henti ku cari arti
Ku genggam Ibu dengan sisa tenaga
Demi esok yang terlihat gelap
Tak akan aku menyerah.
Tak akan aku menyerah..
(Verse 3)
Pernah jual mimpi di jalanan kota
Bekerja dari fajar hingga malam tiba
Tak malu jadi apapun aku bisa
Asal dapur tetap hangat untuk ibu tercinta
(Pre-Chorus)
Tak selalu kuat, aku juga menangis
Tapi tak pernah ku minta dunia menangis.
Kucari harapan antara puing yang redup.
Menjadikan luka ini alasan untuk hidup.
(Chorus)
Ku terjatuh, ku terluka
tapi ku coba tuk berdiri
Meski dunia tak ramah, tak henti ku cari arti
Ku genggam Ibu dengan sisa tenaga
Demi esok yang terlihat gelap
Tak akan aku menyerah.
Tak akan aku menyerah..
(Bridge)
Direndahkan sekitar sudah biasa
Mereka tak tahu bagaimana rasanya
Memeluk kehampaan namun tetap tersenyum
Dari reruntuhan ini
Kutemukan diriku yang sesungguhnya
(Final Chorus)
Ku terjatuh, ku terluka
tapi ku coba terus berdiri
Walau badai mengguncang, takkan menghentikan ku bermimpi
Kupeluk Ibu dengan sepenuh hati
Ku yakin esok penuh cahaya ilahi
Tak akan aku menyerah.
Tak akan aku menyerah..
(Outro)
Karena aku, adalah nyala, di tengah gelapnya dunia.
(Outro End)