Bangun pagi pagi, ingin mencari rezeki, burung burung terbang tinggi, lalu memberi kabar yang tidak dapat di pahami, mereka duduk bersandar di kursi kursi, lalu rapatkan barisan untuk mengambil keputusan.
Hijau, kuning dan oranye, panas terik dihadapi, hujan badai dilalui, air mengalir deras dari wajah wajah yang penuh dengan harapan.
Jas hitam, berdasi dan berpeci hitam, menutupi wajah wajah yang penuh dengan dusta, berdiri dan mengacungkan jari demi satu tujuan yang akan merusak rezeki.
Suara suara berkumandang dengan lantang, apakah kami di dengar, apakah kami di perhatikan, mereka mereka yang menghabiskan, kami kami yang bersihkan dan bertanggung jawab atas keserakahan mereka.