Kita pernah lama
di waktu yang sederhana
menyebut luka jadi cerita
dan tertawa seadanya
aku mengenalmu
seperti hujan di jendela
datang tanpa banyak kata
tapi tinggal begitu lama
kita tumbuh pelan
di antara yang tak selesai
saling jadi tenang
di dunia yang ramai
dan perlahan…
kau bukan rumah
dan perlahan…
kau bukan rumah
meski dulu
aku selalu pulang ke sana
meski dulu
namaku kau sebut tanpa ragu
hari-hari berubah
kau pun jadi berbeda
bukan hilang seketika
hanya menjauh perlahan saja
aku masih percaya
aku cukup untukmu
aku masih percaya
aku adalah tujuanmu
sampai akhirnya aku sadar
aku hanya bagian dari waktu
yang kau lewati pelan
lalu kau tinggalkan diam-diam
dan perlahan…
kau bukan rumah
dan perlahan…
kau bukan rumah
aku masih di sini
di tempat yang sama
saat kau memilih pergi
tanpa banyak suara
tak ada yang salah
tak ada yang benar
kita hanya dua arah
yang tak lagi sejalan
aku tak membencimu
aku hanya tertinggal
di cerita yang kau tutup
tanpa benar-benar selesai
mungkin aku hanya singgah
di hidupmu yang luas
belajar jadi kehilangan
dari sesuatu yang pernah utuh
dan perlahan…
aku belajar biasa
dan perlahan…
aku belajar biasa
menyebut namamu
tanpa harus terluka
mengingat kita
tanpa ingin kembali lagi
dan perlahan…
kau bukan rumah
dan perlahan…
aku bukan tujuanmu lagi