(Bait 1)
Lampu kota mulai padam satu per satu
Meninggalkanku sendirian di sudut kamar yang kaku
Detik jam dinding terdengar seperti ketukan palu
Menghakimi semua keputusan di masa laluku
(Bait 2)
Dinding-dinding ini seolah mulai menyempit
Dadaku sesak, napasku terasa begitu jepit
Suara di kepala berisik, berteriak tanpa henti
Mempertanyakan mengapa bahagia selalu pergi
(Refrain / Chorus)
Tolong hentikan drama di dalam mimpi ini!
Aku lelah berlari di labirin yang sunyi!
Air mata jatuh tanpa tahu apa sebabnya
Gelisah ini merantai jiwa yang rapuh energinya
Tuhan, apakah aku akan selamanya tersesat di sini?
(Bait 3)
Bayanganmu melintas seperti hantu masa lalu
Menggores luka lama yang belum sempat membeku
Setiap sudut ruangan ini penuh memori kita
Namun kini hanya tersisa sunyi yang menyiksa
(Jembatan / Bridge)
Aku ingin teriak tapi suara ini hilang!
Tenggelam dalam badai pikiran yang terus datang!
Kapan badai ini akan berganti tenang?
Ataukah aku sudah benar-benar tumbang?
(Refrain / Chorus)
Tolong hentikan drama di dalam mimpi ini!
Aku lelah berlari di labirin yang sunyi!
Air mata jatuh tanpa tahu apa sebabnya
Gelisah ini merantai jiwa yang rapuh energinya
Tuhan, apakah aku akan selamanya tersesat di sini?
(Penutup / Outro)
Malam makin larut, mata ini enggan terpejam
Kegelisahan ini masih mencengkeram kejam
Hanya sunyi...
Hanya perih...
Yang tersisa di ujung malam.