Di balik remang cahaya bulan yang pucat
Aku melangkah di antara dingin malam
Tak berdarah daging, tak bernyawa nyata
Hanyalah bayang yang hidup dalam rindu
Aku yang melayang di samping ranjangmu
Menjaga lelap saat kau terlelap tenang
Jemari dingin tak mampu menyentuh kulit
Namun doaku memelukmu dalam diam
(Bait 2)
Kau tak melihat, tapi aku di sini
Duduk di sampingmu saat hujan turun
Membisikkan kata yang tak pernah terdengar
"Aku mencintaimu, lebih dari siapa pun"
Kulitku seputih kabut di pagi buta
Mataku bening berisi kasih dan duka
Tak bisa kubawa kau ke dalam duniamu
Tak bisa ikut saat kau melangkah jauh
(Reff)
Aku hantu yang jatuh cinta pada manusia
Mencintai waktu yang terus berjalan pergi
Kau hidup di terang, aku di dalam kelam
Cinta kita terjalin di batas mimpi dan malam
Walau ragaku hilang, wujudku tak nyata
Kasihku abadi, tak lapuk oleh masa
Tak ada kematian yang bisa memisahkan
Cinta roh ini, sampai akhir zaman
(Bait 3)
Setiap kau menangis, aku hapus air mata
Dengan hembusan angin yang kau rasa sejuk
Setiap kau tersenyum, hatiku pun tertawa
Walau aku hanya bayang yang tak berwujud
Jangan takut bila kau merasakan dingin
Atau bayang-bayang lewat di sudut ruang
Itu aku, kekasihmu yang tak terlihat
Yang tetap setia menjagamu sepanjang waktu
(Penutup)
Satu niatku saat nyawaku telah pergi
Hanya agar tetap bisa dekat di sini
Karena cinta tak butuh raga dan nyawa
Cinta hantu ini... abadi selamanya.