Kitab...
Dengan mengakses energi kesadaran murni..
Hati manusia tercerahkan menyatu dalam kemurnian energi kesadaran murni semesta...
Menyatu...
Karenanya rahasia hukum semesta mengalir melaluinya..
Di kesadaran murni..
Di jiwa murninya ia menerima pecerahan dan mengingat kembali hukum-hukum semesta kehidupan yang menghidupinya dan seluruh semesta universal..
Suatu keagungan penuh takjub..
Melampaui logika dan penglihatan..
Melampaui kata dan kalimat...
Melampaui rasa dan penjabarannya..
Melampaui pengambaran kesan apapun..
Melampaui tafsir ilmu genius otak apapun...
Tapi setiap saat kita sedang mengalami didalamnya..
Ia nyata dan ada..
Ketika kebenaran universal maha besar dan luas ini di tuangkan dan dinyatakan dengan sarana manusia dengan kata dan kalimat sebagai ayat-ayat...
Walau telah di jilidkan jadi benda mati sebagai kitab...
Jika setiap orang dapat mengakses dan jiwa berkesadarannya yang membaca kitab tersebut..
Kitab itu akan seperti hidup..
Setiap ayat akan seperti simbol tombol yang di beri energi jiwa berkesadaran..
Setiap membaca dan melantunkan dengan jiwa, oleh energi berkesadaran, setiap ayat akan di luaskan kembali ke sumber kesadaran semesta dimana pemahaman universal ia demikian adanya di pahami..
Tapi, jika sebuah kitab dilepaskan dari jiwa berkesadaran untuk mengenalinya lagi..
Tidak dipahami dengan jiwa berkesadaran lagi, "kitab" apapun akan kembali menjadi benda mati...
Ketika turunan manusia-manusia kehilangan jati dirinya...
Kehilangan akses jiwa murninya...
Menganggap pikiran dengan semua produknya adalah dirinya..
Dan terbelenggu dalam mekanika logika pikiran semata..
Dengan sifat keduniawian pikiran yang egosentrik, materialistik dan dualistik..
Mengagung-sembah-sucikan kitab dan tafsir logikanya semata...
Tanpa jiwa murni dari hati mengenali makna isinya lagi...
Kitab jenis apapun dapat menjadi benda mati ber-berhala yang menyesatkan...
Setiap ayat akan menjadi pembenaran sifat logika pikiran manusia untuk mengoreksi kepentingan hasrat duniawiannya..
Kesucian kitab akan hilang seiring kehilangan jiwa suci murni dari kesadarannya..
Kitab tak pernah berjiwa suci
Kecuali Manusia yang berhati suci menafsirkannya...
Olah-lah hati..
Murnikan hati...
Setiap kata dan kalimat dalam kitab akan seolah di beri jiwa murni..
menjadi media perantara..
Meluas mengantarkan penyatuan kembali ke sumberNya...
[Male Vocal]
[Guitar Solo]