Gemerisik suara hujan
Tak sedikitpun menghentikan zikirku
Merapal mantra berisi nama
Yang selalu membuat lisan Kelu pada suku kata yang pertama
Biarlah sang kala menjadi murka
Padaku yang tak pernah alpa
Mendawam memori
Ketika kita selaraskan langkah kaki
Di bawah payung yang tak betul-betul melindungi
Dari tetes langit ketika memeluk bumi
Hari berlari menjadi bulan dan tahun
Nestapa dan gembira berotasi
Pada poros ketika bumi mengitari mentari
Namun di sudut danau yang membeku
Ada cerita yang tak pernah berakhir
Tentang rindu, yang tak mungkin bersatu
Tentang cinta, yang tak kuasa berjumpa
Namun ia ada, abadi dalam doa.