[Intro]
(oh... sendiri...)
(meski ramai...)
[Verse 1]
Langkah kaki menyusuri jalan
Tawa di sekitar, tapi hatiku diam
Lampu kota bersinar terang
Tapi gelap masih menetap dalam
[Pre-Chorus]
Mereka tertawa,
bercerita tanpa jeda
Tapi ku hanya jadi bayangan
yang tak pernah nyata
[Chorus]
Rame, tapi hampa di hati
(tak ada yang ngerti...)
Semua bicara, tapi tak satu mengerti
(sendiri lagi...)
Aku tersenyum, tapi kosong di dada
(fake it all...)
Sendiri di keramaian, seperti tak ada
(di mana... yang bisa dengar hatiku?)
[Drop]
[Verse 2]
Ada suara, tapi tak ada rasa
Mata bertemu, tapi tak tersambung jiwa
Berjalan di antara seribu
tapi rasanya seperti tanpa satu pun
[Pre-Chorus]
Sekelilingku penuh
tapi hatiku sepi
Cuma angin malam
yang mau menemani
[Chorus]
Rame, tapi hampa di hati
(ramai tapi sepi...)
Semua bicara, tapi tak satu mengerti
(they don’t see...)
I try to talk, but no one hears
(no one hears...)
My soul just drowns in silent tears
(in silent... tears...)
[Bridge]
Apakah aku terlalu asing?
Atau mereka terlalu sibuk sendiri?
Ku rindu satu pelukan nyata
Yang tahu arti luka tanpa kata
[Final Chorus – lebih lirih, intens secara emosional]
Rame, tapi hampa di hati
(just one friend... please…)
Semua bicara, tapi tak satu mengerti
(tak satu pun… mengerti…)
Aku menanti, di tengah sunyi
(di tengah sunyi...)
Sahabat sejati, bukan sekadar ramai
(bukan sekadar ramai...)
[Outro]
Sendiri di keramaian...
Ku hanya bayang di antara tawa mereka...
(all alone... invisible…)
All I need... is one who sees me...