Desainer Cinta Yang Agung,
Remuk hatiku berbalut jubah perih di senja yang sedang merangkak pelan ..
Lelah ragaku mencari makna dari Wujud AgungMu dalam pekat gelap warna langit, .. bintang tertelan ...
Wahai Kau Pelahir Cinta Yang Kekal,
Kuak lebarkanlah pintu kebijaksanaan
Hingga aku dapat memahami
Bahwa CINTA bukanlah tamu asing yang datang di malam hari dan pergi meninggalkanku esok pagi ...
Bahwa CINTA bukanlah sebagai pengganti dahaga anggur yang memuaskan relung luka berbilur ...
Bahwa Cinta bukan juga hanya tentang rasa penyedap saat hidangan penutup ternyata tawar tak meresap ...
Penyedia Cinta tak terbatas,
Tolong tenggelamkanku saat ini dalam samudera damaiMu hingga tak lagi kurasa bahwa Cinta hanyalah prosa-prosa tanpa kata atau fragmen-fragmen tanpa gambar dan dialog ... Kosong .. tak bermakna ...
Biarlah Cinta yang kepadaku telah dipilihnya yang akan menentukan langkah kaki tertatih di perjalananku menemukanMu ... KepadaMu, aku menyerahkan segala Cinta ... Biar Kau saja yang menghembuskan kepada siapa CINTA kali ini tertitip ... Karena kelu sudah jiwa ... Beku sudah rasa ...